Rabu, 28 November 2007

Jilbab เคจ pcrn


Jilbab Dan Pacaran Pertanyaan: assalamualaikum. saya seorang mahasiswi 20th. saya ingin mengenakan jilbab, insyaallah, dalam waktu dekat ini. saya punya pacar seorang muslim juga dan alhamdulillah taat pada agama. yang ingin saya tanyakan, bagaimana sebenarnya hukum dari pacaran itu menurut pandangan islam? dan apakah boleh bila saya sudah mengenakan jilbab tetapi masih pacaran? terimakasih atas jawabannya. wassalam Wien Jawaban: Assalamu `alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh Alhamdulillah, Washshalatu wassalamu `ala Rasulillah, wa ba?d. Istilah pacaran itu sebenarnya bukan bahasa hukum, karena pengertian dan batasannya tidak sama buat setiap orang. Dan sangat mungkin berbeda dalam setiap budaya. Karena itu kami tidak akan menggunakan istilah `pacaran` dalam masalah ini, agar tidak salah konotasi. Pacaran Dalam Pandangan Islam a. Islam Mengakui Rasa Cinta Islam mengakui adanya rasa cinta yang ada dalam diri manusia. Ketika seseorang memiliki rasa cinta, maka hal itu adalah anugerah Yang Kuasa. Termasuk rasa cinta kepada wanita (lawan jenis) dan lain-lainnya. "Dijadikan indah pada manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini, yaitu: wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik ."(QS. Ali Imran :14). Khusus kepada wanita, Islam menganjurkan untuk mengejwantahkan rasa cinta itu dengan perlakuan yang baik, bijaksana, jujur, ramah dan yang paling penting dari semua itu adalah penuh dengan tanggung-jawab. Sehingga bila seseorang mencintai wanita, maka menjadi kewajibannya untuk memperlakukannya dengan cara yang paling baik. Rasulullah SAW bersabda,"Orang yang paling baik diantara kamu adalah orang yang paling baik terhadap pasangannya (istrinya). Dan aku adalah orang yang paling baik terhadap istriku". b. Cinta Kepada Lain Jenis Hanya Ada Dalam Wujud Ikatan Formal Namun dalam konsep Islam, cinta kepada lain jenis itu hanya dibenarkan manakala ikatan di antara mereka berdua sudah jelas. Sebelum adanya ikatan itu, maka pada hakikatnya bukan sebuah cinta, melainkan nafsu syahwat dan ketertarikan sesaat. Sebab cinta dalam pandangan Islam adalah sebuah tanggung jawab yang tidak mungkin sekedar diucapkan atau digoreskan di atas kertas surat cinta belaka. Atau janji muluk-muluk lewat SMS, chatting dan sejenisnya. Tapi cinta sejati haruslah berbentuk ikrar dan pernyataan tanggung-jawab yang disaksikan oleh orang banyak. Bahkan lebih 'keren'nya, ucapan janji itu tidaklah ditujukan kepada pasangan, melainkan kepada ayah kandung wanita itu. Maka seorang laki-laki yang bertanggung-jawab akan berikrar dan melakukan ikatan untuk menjadikan wanita itu sebagai orang yang menjadi pendamping hidupnya, mencukupi seluruh kebutuhan hidupnya dan menjadi `pelindung` dan 'pengayomnya`. Bahkan `mengambil alih` kepemimpinannya dari bahu sang ayah ke atas bahunya. Dengan ikatan itu, jadilah seorang laki-laki itu `the real gentleman`. Karena dia telah menjadi suami dari seorang wnaita. Dan hanya ikatan inilah yang bisa memastikan apakah seorang laki-laki itu betul serorang gentlemen atau sekedar kelas laki-laki iseng tanpa nyali. Beraninya hanya menikmati sensasi seksual, tapi tidak siap menjadi the real man. Dalam Islam, hanya hubungan suami istri sajalah yang membolehkan terjadinya kontak-kontak yang mengarah kepada birahi. Baik itu sentuhan, pegangan, cium dan juga seks. Sedangkan di luar nikah, Islam tidak pernah membenarkan semua itu. Kecuali memang ada hubungan `mahram` (keharaman untuk menikahi). Akhlaq ini sebenarnya bukan hanya monopoli agama Islam saja, tapi hampir semua agama mengharamkan perzinaan. Apalagi agama Kristen yang dulunya adalah agama Islam juga, namun karena terjadi penyimpangan besar sampai masalah sendi yang paling pokok, akhirnya tidak pernah terdengar kejelasan agama ini mengharamkan zina dan perbuatan yang menyerampet kesana. Sedangkan pemandangan yang lihat dimana ada orang Islam yang melakukan praktek pacaran dengan pegang-pegangan, ini menunjukkan bahwa umumnya manusia memang telah terlalu jauh dari agama. Karena praktek itu bukan hanya terjadi pada masyarakat Islam yang nota bene masih sangat kental dengan keaslian agamanya, tapi masyakat dunia ini memang benar-benar telah dilanda degradasi agama. Barat yang mayoritas nasrani justru merupakan sumber dari hedonisme dan permisifisme ini. Sehingga kalau pemandangan buruk itu terjadi juga pada sebagian pemuda-pemudi Islam, tentu kita tidak melihat dari satu sudut pandang saja. Tapi lihatlah bahwa kemerosotan moral ini juga terjadi pada agama lain, bahkan justru lebih parah. c. Pacaran Bukan Cinta Melihat kecenderungan aktifitas pasangan muda yang berpacaran, sesungguhnya sangat sulit untuk mengatakan bahwa pacaran itu adalah media untuk saling mencinta satu sama lain. Sebab sebuah cinta sejati tidak berentu sebuah perkenalan singkat, misalnya dengan bertemu di suatu kesempatan tertentu lalu saling bertelepon, tukar menukar SMS, chatting dan diteruskan dengan janji bertemu langsung. Semua bentuk aktifitas itu sebenarnya bukanlah aktifitas cinta, sebab yang terjadi adalah kencan dan bersenang-senang. Sama sekali tidak ada ikatan formal yang resmi dan diakui. Juga tidak ada ikatan tanggung-jawab antara mereka. Bahkan tidak ada ketentuan tentang kesetiaan dan seterusnya. Padahal cinta itu memiliki, tanggung-jawab, ikatan syah dan sebuah harga kesetiaan. Dalam format pacaran, semua instrumen itu tidak terdapat, sehingga jelas sekali bahwa pacaran itu sangat berbeda dengan cinta. d. Pacaran Bukanlah Penjajakan / Perkenalan Bahkan kalau pun pacaran itu dianggap sebagai sarana untuk saling melakukan penjajakan, perkenalan atau mencari titik temu antara kedua calon suami istri, bukanlah anggapan yang benar. Sebab penjajagan itu tidak adil dan kurang memberikan gambaran sesungguhnya dari data yang diperlukan dalam sebuah persiapan pernikahan. Dalam format mencari pasangan hidup, Islam telah memberikan panduan yang jelas tentang apa saja yang perlu diperhitungkan. Misalnya sabda Rasulullah SAW tentang 4 kriteria yang terkenal itu. Dari Abi Hurairah ra bahwa Rasulullah SAW berdabda,"Wanita itu dinikahi karena 4 hal : [1] hartanya, [2] keturunannya, [3] kecantikannya dan [4] agamanya. Maka perhatikanlah agamanya kamu akan selamat. (HR. Bukhari Kitabun Nikah Bab Al-Akfa' fiddin nomor 4700, Muslim Kitabur-Radha' Bab Istihbabu Nikah zatid-diin nomor 2661) Selain keempat kriteria itu, Islam membenarkan bila ketika seorang memilih pasangan hidup untuk mengetahui hal-hal yang tersembunyi yang tidak mungkin diceritakan langsung oleh yang bersangkutan. Maka dalam masalah ini, peran orang tua atau pihak keluarga menjadi sangat penting. Inilah proses yang dikenal dalam Islam sebaga ta'aruf. Jauh lebih bermanfaat dan objektif ketimbang kencan berduaan. Sebab kecenderungan pasangan yang sedang kencan adalah menampilkan sisi-sisi terbaiknya saja. Terbukti dengan mereka mengenakan pakaian yang terbaik, bermake-up, berparfum dan mencari tempat-tempat yang indah dalam kencan. Padahal nantinya dalam berumah tangga tidak lagi demikian kondisinya. Istri tidak selalu dalam kondisi bermake-up, tidak setiap saat berbusana terbaik dan juga lebih sering bertemu dengan suaminya dalam keadaan tanpa parfum. Bahkan rumah yang mereka tempati itu bukanlah tempat-tempat indah mereka dulu kunjungi sebelumnya. Setelah menikah mereka akan menjalani hari-hari biasa yang kondisinya jauh dari suasana romantis saat pacaran. Maka kesan indah saat pacaran itu tidak akan ada terus menerus di dalam kehidupan sehari-hari mereka. Dengan demikian, pacaran bukanlah sebuah penjajakan yang jujur, sebaliknya sebuah penyesatan dan pengelabuhan. Dan tidak heran kita dapati pasangan yang cukup lama berpacaran, namun segera mengurus perceraian belum lama setelah pernikahan terjadi. Padahal mereka pacaran bertahun-tahun dan membina rumah tangga dalam hitungan hari. Pacaran bukanlah perkenalan melainkan ajang kencan saja. Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab, Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh. Sumber: syariah online

Minggu, 25 November 2007

Belajar Mencintai Se2orang Yg Tak Sempurna dg Cara Yg Sempurna

Ketika kita bertemu orang yang tepatuntuk dicintai, Ketika kita berada ditempat pada saat yang tepat, Itulahkesempatan . Ketika kita bertemu denganseseorang yang membuatmu tertarik, Itubukan pilihan, itu kesempatan. Bertemudalam suatu peristiwa bukanlahpilihan, Itupun adalah kesempatan.B ila kita memutuskan untuk mencintaiorang tersebut, Bahkan dengan segalakekurangan nya, Itu bukan kesempatan,itu adalah pilihan. Ketika kitamemilih bersama dengan seseorangwalaupu n apapun yang terjadi, Ituadalah pilihan. Bahkan ketika kitamenyadari bahwa masih banyak oranglain Yang lebih menarik, lebih pandai,lebih kaya daripada pasanganmu Dantetap memilih untuk mencintainya,Itu lah pilihan.Pera saan cinta, simpatik, tertarik,Datang bagai kesempatan pada kita.Tetapi cinta sejati yang abadi adalahpilihan. Pilihan yang kita lakukan.Berbicar a tentang pasangan jiwa,Adasuatu kutipan dari film yangMungkin sangat tepat : "Nasib membawakita bersama, tetapi tetap bergantungpada kita bagaimana membuat semuanyaberhasil "Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.Dan bahkan sangat mungkin adaseseorang Yang diciptakan hanyauntukmu. Tetapi tetap berpulang padamuUntuk melakukan pilihan apakah engkauingin Melakukan sesuatu untukmendapatkan nya, atau tidak... Kitamungkin kebetulan bertemu pasanganjiwa kita, Tetapi mencintai dan tetapbersama pasangan jiwa kita, Adalahpilihan yang harus kita lakukan.Kita ada di dunia bukan untuk mencariseseorang yang sempurna untuk dicintaiTETAPI untuk belajar mencintai orangyang tidak sempurna dengan cara yangsempurna.

Jumat, 16 November 2007

Tenanglah sayang...Q


Jika kau merasa lelah dan tak berdaya
dari usaha yang sepertinya sia-sia..
Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah
berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama
dan hatimu masih terasa pedih.
Allah SWT sudah menghitung airmatamu.

Jika kau pikir bahwa hidupmu sedang
menunggu sesuatu dan waktu serasa
berlalu begitu saja.
Allah SWT sedang menunggu bersama denganmu.

Ketika kau merasa sendirian dan
teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelepon.
Allah SWT selalu berada disampingmu.

Ketika kau pikir bahwa kau sudah mencoba
segalanya dan tidak tahu hendak berbuat
apa lagi.
Allah SWT punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak
masuk akal dan kau merasa tertekan.
Allah SWT dapat menenangkanmu.
Jika tiba-tiba kau dapat melihat
jejak-jej ak harapan.
Allah SWT sedang berbisik kepadamu.

Ketika segala sesuatu berjalan lancar
dan kau merasa ingin mengucap syukur.
Allah SWT telah memberkatimu.

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan
kau dipenuhi ketakjuban.
Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketik a kau memiliki tujuan untuk
dipenuhi dan mimpi untuk digenapi.
Allah SWT sudah membuka matamu dan
memanggilmu dengan namamu.

Ingat lah bahwa dimanapun kau atau
kemanapun kau menghadap.
Allah SWT Maha Mengetahui.

Senin, 29 Oktober 2007

heart

Teman-teman ku semuanya, pernah nggak kamu dicintai oleh orang lain yang begitu tulus mencintaimu tanpa pamrih ?

Apa yang ingin kamu lakukan?
kamu pasti berusaha membalas ketulusannya dan berusaha mencintainya dg tulus pula.

Lalu, bagaimana dg membalas ketulusan ALLAH SWT & RasulNya yg sudah begitu mencintai kita tanpa pamrih?
yaitu dg berusaha menjalankan perintahNya dan menjauhi larangannya.

BTW, klo kamu sdang jatuh cinta, apa sih yg akan kamu lakukan demi si dia?
kalo si dia nggak suka liat kamu pke baju merah, pasti kamu nggak bakal pke baju itu demi menyenangkan hatinya meski sebetulnya kamu setengah mati suka warna merah.

Jika si dia suka bnget makan bakso kamu pasti berusaha setengah mati bisa mentraktirnya makan bakso meski kamu lagi KANKER alias kantong kering. knapa bisa bgitu?

karena cinta identik dg ketaatan. identik dg keinginan untuk membahagiakan. itu pula lah yg ingin kita lakukan bila ingin membalas cinta ALLAH dan RasulNya. Wajar dan sangat adil kan?

Bentuk riilnya?
ketika kamu melaksanakan sholat 5 waktu & puasa Ramadhan, kamu sdang melakukan sebentuk bukti riil cinta kepadaNya. Tapi itu belum cukup, karena islam bukan hanya agama ritual saja. Ketika kamu menutup aurat, kamu melakukannya karena cinta.

Ketika kamu patuh & sopan pada orang tua, sayang pd yg lebih muda, ringan tangan pada saat oranglain membutuhkanmu, bersedia mendengar keluh kesah kesedihan teman yg lagi di rundung duka, itu semua juga sebagian bukti cinta.

Ketika kamu tahu menjalankan syariat islam adalah wajib & kamu mendakwahkannya pada yg lain, itu jg bentuk cinta. Bahkan tersenyum pun (asal bukan senyum yg TP alias tebar pesona yah) itu jg bentuk kecintaan kita pd sesama.

Jangan mentang2 kamu udah ngaji duluan, lalu merasa sok bener sendiri tanpa mau membagi cintamu itu dg mendakwahkannya.

Emang surga milik kamu sendiri ? Nggak kan ?
Alangkah enaknya surga itu bila kita bisa menghuninya beramai-ramai. Bukankah kamu lebih suka rumahmu didatangi bnyak temanmu dari pd bengong sendirian nggak ada yg di ajak ngomong. Tul nggak?

Cuekin aja klo ada teman mu yg suka becanda bilang : Enak lho masuk neraka, bisa ktemu bintang film macam Britney Spears, J-Lo , Leonardo dicaprio.

Anggap aja mereka adalah orang2 yg membutuhkan sentuhan cintamu dalam bentuk dakwah, amar makruf nahi munkar. Jangan benci mereka & jgn pula di jauhi. Sentuh akal & prasannya sehingga mereka dapat memperoleh hidayah dan terjerumus dalam
cinta
illahi

ahwat

gadis kecil bertanya pada ayahnya, "Abi ceritakan padaku tentang Akhwat sejati?".

Sang ayah pun menoleh sambil kemudian tersenyum:

Anakku ... Seorang akhwat sejati bukanlah dilihat dari kecantikan paras wajahnya, tetapi dilihat dari kecantikan hati yang ada di baliknya. Akhwat sejati bukan dilihat dari bentuk tubuhnya yang memesona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya. Akhwat sejati bukan dilihat dari begitu banyaknya kebaikan yang ia berikan tetapi dari keikhlasan ia memberikan kebaikan itu. Akhwat sejati bukan dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya, tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan. Akhwat sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa, tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara.

Sang ayah diam sejenak sembari melihat ke arah putrinya.

"Lantas apa lagi Abi?", sahut putrinya.

Ketahuilah putriku ... Akhwat sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya. Akhwat sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di jalan tetapi dilihat dari Kekhawatiran dirinyalah yang mengundang orang jadi tergoda. Akhwat sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauhmana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa syukur.

Dan ingatlah ... Akhwat sejati bukan dilihat dari sifat supelnya dalam bergaul, tetapi dilihat dari sejauhmana ia bisa menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul. Setelah itu sang anak kembali bertanya, "Siapakah yang dapat menjadi kriteria seperti itu, Abi?"

Sang ayah memberikannya sebuah buku dan berkata,"Pelajarilah mereka!" Sang anak pun mengambil buku itu dan terlihatlah sebuah tulisan "Istri Rosulullah"

ISTIMEWANYA WANITA ISLAM

Kaum feminis bilang susah jadi wanita ISLAM, lihat saja peraturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga berbanding lelaki.
2. Wanita perlu meminta izin dari suaminya apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak.
6. Wanita wajib taat kpd suaminya tetapi suami tak perlu taat pd isterinya.
7. talak terletak di tgn suami dan bukan isteri.
8. Wanita kurang dlm beribadat karena masalah haid dan nifas yg tak ada pada lelaki.

makanya mereka nggak capek-capeknya berpromosi untuk "MEMERDEKAKAN WANITA ISLAM"
Pernahkah kita lihat sebaliknya (kenyataannya)??
Benda yg mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yg teraman dan terbaik. Sudah pasti intan permata tidak akan dibiar terserak bukan?

Itulah bandingannya dgn seorg wanita. Wanita perlu taat kpd suami tetapi lelaki wajib taat kepada ibunya 3 kali lebih utama dari bapaknya. Bukankah ibu adalah seorang wanita?

Wanita menerima pusaka kurang dari lelaki tetapi harta itu menjadi milik pribadinya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya, manakala lelaki menerima pusaka perlu menggunakan hartanya utk isteri dan anak-anak.

Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi setiap saat dia didoakan oleh segala makhluk, malaikat dan seluruh makhluk ALLAH di mukabumi ini, dan matinya jika karena melahirkan adalah syahid.

Di akhirat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabkan terhadap 4 wanita ini: Isterinya, ibunya, anak perempuannya dan saudara perempuannya.

Manakala seorang wanita pula, tanggungjawab terhadapnya ditanggung oleh 4 org lelaki ini: Suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

Seorang wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui mana mana pintu Syurga yg disukainya cukup dgn 4 syarat saja : Sembahyang 5 waktu, puasa di bulan Ramadhan, taat suaminya dan menjaga kehormatannya.

Seorg lelaki perlu pergi berjihad fisabilillah tetapi wanita jika taat akan suaminya serta menunaikan tanggungjawabnya kepada ALLAH akan turut menerima pahala seperti pahala org pergi berperang fisabilillah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH ... demikian sayangnya ALLAH pada wanita .... kan?